Advertisement
Penajam Politik
Beranda / Politik / Zaenal Arifin Sebut Distribusi dan Pengawasan Jadi Kunci Persoalan Pupuk dan Gas Subsidi

Zaenal Arifin Sebut Distribusi dan Pengawasan Jadi Kunci Persoalan Pupuk dan Gas Subsidi

READIN.ID – PENAJAM – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Zaenal Arifin, menyoroti persoalan distribusi dalam polemik ketersediaan pupuk dan gas subsidi di Benuo Taka.

Ia menyebutkan secara aturan dan jumlah, subsidi tersebut sejatinya mencukupi, namun masalah utama justru terletak pada distribusi dan pengawasan di lapangan.

“Masalah pupuk subsidi sudah diatur ya, lebih detail ke dinas terkait. Saya rasa sampai saat ini pupuk subsidi masih mencukupi, tinggal bagaimana distribusi di lapangan,” kata Zaenal pada Senin (5/5/2025).

Turun dari Ruang Rapat, Komisi IV DPRD Kaltim Cek Langsung Wajah Pendidikan di Paser

Ia menegaskan, selama petani mampu memaksimalkan panen beras dan gabah, maka Pemerintah Daerah juga harus berupaya memenuhi kebutuhan pupuk. Meski tidak semua petani mendapatkan pupuk subsidi, masih ada alternatif lain yang bisa dimanfaatkan.

“Artinya, selama petani itu beras dan gabah dipanen dengan maksimal, kita juga berusaha. Andaikan pupuk subsidinya belum banyak yang dapat, ya yang lain masih ada. Yang pasti dengan harga yang sekarang sudah cukup bagus, pasti cukup untuk kita upayakan,” lanjutnya.

Gratispol Tak Sekadar Bagi Seragam, Tapi Ikut Meringankan Nafas Orang Tua

Zaenal juga meminta agar dinas terkait lebih aktif dalam memastikan kuota pupuk benar-benar sampai ke petani yang berhak. Ia menyoroti potensi penyelewengan sebagai penyebab kelangkaan.

“Saya belum tahu kuota-kuota minimalnya ini. Kalau ternyata seperti menurut mereka (dinas) sebenarnya kan cukup, tapi karena banyak diselewengkan akhirnya nggak cukup, kan gitu,” jelasnya.

Gratispol Diminta Lebih Terarah, Syahariah: Dahulukan SMA-SMK dan Warga yang Betul-Betul Perlu

Ia juga menyinggung soal gas subsidi yang kerap langka di masyarakat, padahal berdasarkan data sebenarnya pasokan sudah mencukupi.

“Termasuk gas, gas itu berdasarkan data sebenarnya cukup, tetapi karena yang memakai di luar dari yang diatur, akhirnya nggak cukup,” tutupnya.(*ara/adv)