Advertisement
Berita Terbaru DPRD PPU
Beranda / DPRD PPU / Ketua DPRD PPU Soroti Pembangunan Gedung 4 Lantai RSUD RAPB yang Masih Wacana

Ketua DPRD PPU Soroti Pembangunan Gedung 4 Lantai RSUD RAPB yang Masih Wacana

READIN.ID – PENAJAM – Rencana pembangunan gedung empat lantai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) kembali menjadi sorotan DPRD Penajam Paser Utara (PPU). Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyatakan bahwa wacana pembangunan ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum masa kepemimpinan Bupati Abdul Gafur Mas’ud (AGM), yaitu sejak era Bupati Yusran.

“Yang di rumah sakit ya? Untuk menaikkan kelas dari rumah sakit itu dari tipe. Ya memang dari bukan zaman Pak AGM saja, jauh sebelumnya dari zaman Pak Yusran juga sudah,” ujar Raup saat diwawancarai di Gedung DPRD PPU pada Rabu (11/6/2025).

Ia menyayangkan bahwa hingga kini wacana tersebut belum terealisasi. Padahal, menurutnya, peningkatan kualitas rumah sakit sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Turun dari Ruang Rapat, Komisi IV DPRD Kaltim Cek Langsung Wajah Pendidikan di Paser

“Pada faktanya gedung empat lantai itu juga sampai hari ini belum ada realisasi,” tegas Raup.

Raup berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Ia menyoroti kurangnya fasilitas dan peralatan medis yang seringkali menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Gratispol Tak Sekadar Bagi Seragam, Tapi Ikut Meringankan Nafas Orang Tua

“Fasilitas itu harus yang betul-betul disiapkan. Termasuk peralatan, dan kadang pelayanan masyarakat kan kurang karena kurangnya fasilitas,” jelasnya.

Menurutnya, gedung dan fasilitas yang memadai merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan yang ideal. Tanpa keberadaan fisik yang layak dan peralatan yang memadai, tenaga medis tidak dapat bekerja secara optimal.

Gratispol Diminta Lebih Terarah, Syahariah: Dahulukan SMA-SMK dan Warga yang Betul-Betul Perlu

Oleh karena itu, Raup mendorong pemerintah agar tidak hanya menjadikan rencana pembangunan sebagai wacana semata.

“Saya menekankan pentingnya menjadikan proyek ini sebagai prioritas nyata yang harus dirancang dengan strategi pendanaan yang realistis,” pungkasnya.(*lov/adv)