Konstruksi Ulin Cepat Rusak, Jamaluddin Minta Dermaga Diganti Tiang Cor Beton

oleh -836 Dilihat
oleh

READIN.ID – PENAJAM – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin, mendesak Pemerintah Daerah PPU untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap dermaga Tanjung Jumlai. Dermaga tersebut dinilai kondisinya semakin memprihatinkan, padahal berperan vital sebagai penunjang sektor wisata dan ruang publik masyarakat.

Jamaluddin mengkritisi pembangunan dermaga sebelumnya yang menggunakan tiang kayu ulin. Ia mengungkapkan, konstruksi tersebut dinilai tidak efisien dan tidak akan bertahan lama di area pesisir.

“Kalau kemarin kayu ulin, dan dulu sebenarnya jujur saya di dalam juga dan di Komisi II saya tolak,” kata Jamaluddin.

Ia mencontohkan, konstruksi menggunakan tiang ulin hanya memiliki daya tahan sekitar tiga tahun, sehingga merugikan dalam jangka panjang karena harus diperbaiki berulang kali.

Dirinya kembali menekankan agar pemerintah daerah mengambil langkah berani dengan membangun ulang dermaga menggunakan material yang lebih kuat dan tahan lama, yakni tiang cor beton.

“Cuma waktu itu kami minta dilakukan perubahan, jangan pakai tiang ulin, karena kalau pakai tiang ulin paling tiga tahun. Nah kalau itu dilakukan (menggunakan beton), saya setuju sekali karena itu menjadi daya tarik untuk masyarakat datang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan dermaga Tanjung Jumlai yang layak dan aman akan meningkatkan kunjungan wisatawan, seperti yang terjadi ketika dermaga tersebut baru selesai dibangun dan menarik banyak kaum milenial untuk berfoto (selfie) dan memancing.

Politisi ini menilai Pemkab harus berani berinvestasi pada fasilitas wisata, meskipun biaya konstruksi beton relatif mahal. Ia meyakini sektor wisata selalu memberikan dampak positif ekonomi yang berkelanjutan.

“Makanya kita harap pemerintah ini harus berani melakukan. Karena wisata itu memang biayanya mahal, tetapi hasilnya paten. Artinya paten itu karena dia tidak mati,” pungkasnya.(adv/ziq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *