Advertisement
Berita Terbaru
Beranda / Berita Terbaru / Konsumsi Ikan Turun, Dinas Perikanan PPU Fokus Genjot Program Gemarikan untuk Cegah Stunting

Konsumsi Ikan Turun, Dinas Perikanan PPU Fokus Genjot Program Gemarikan untuk Cegah Stunting

READIN.ID – PENAJAM – Meski produksi ikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus meningkat, namun tingkat konsumsi ikan masyarakat justru mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru, tingkat konsumsi ikan di daerah ini tercatat sebesar 48,5 kilogram per orang per tahun, turun dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Azward, menjelaskan bahwa penurunan tersebut bukan disebabkan oleh ketersediaan produksi, melainkan perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Produksi ikan kita tetap naik. Yang jadi permasalahan adalah tingkat konsumsi masyarakat makan ikan memang agak turun. Datanya statis di angka 48,5 kilo per orang per kapita. Jadi bukan produksi yang bermasalah,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Turun dari Ruang Rapat, Komisi IV DPRD Kaltim Cek Langsung Wajah Pendidikan di Paser

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Perikanan PPU kembali menggencarkan Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), yang sudah menjadi agenda rutin tahunan. Tahun ini, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal November di Kecamatan Babulu, dengan sasaran utama anak-anak balita yang masuk dalam kategori risiko stunting.

“Bulan depan kita adakan di Babulu. Gemarikan ini untuk memasyarakatkan budaya makan ikan, terutama bagi anak-anak di bawah lima tahun. Tujuannya memang untuk mendukung upaya penanganan stunting,” jelasnya.

Gratispol Tak Sekadar Bagi Seragam, Tapi Ikut Meringankan Nafas Orang Tua

Rozihan menambahkan, kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 50 anak balita, dengan alokasi anggaran sebesar Rp85,7 juta yang bersumber dari DPA Dinas Perikanan PPU.

“Kegiatannya berupa pemberian makanan dengan bahan olahan ikan sebagai menu utama. Kita juga libatkan narasumber dari PKK untuk memberikan edukasi dan demonstrasi pengolahan ikan. Mungkin salah satu penyebab menurunnya konsumsi ikan karena anak-anak sulit makan ikan langsung, jadi kita kenalkan dalam bentuk olahan seperti nugget dan sejenisnya,” terangnya.

Gratispol Diminta Lebih Terarah, Syahariah: Dahulukan SMA-SMK dan Warga yang Betul-Betul Perlu

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan, tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga gizi utama bagi tumbuh kembang anak.

“Harapannya, selain untuk meningkatkan konsumsi ikan, kegiatan ini juga bisa memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Karena ikan kaya akan protein, albumin, dan omega-3 yang sangat penting bagi pertumbuhan anak,” pungkasnya.(*lov/ara)