Advertisement
Berita Terbaru DPRD PPU
Beranda / DPRD PPU / DPRD PPU Minta Tenaga Kesehatan Serius Tangani Keluhan Pasien

DPRD PPU Minta Tenaga Kesehatan Serius Tangani Keluhan Pasien

READIN.ID – PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti ketelitian diagnosis medis di tingkat pelayanan dasar. Anggota Komisi III DPRD PPU, Andi Hamala, menilai bahwa setiap keluhan pasien, terutama yang berkaitan dengan rasa sakit spesifik, harus diperhatikan secara serius oleh tenaga medis.

Hamala menceritakan kasus yang disampaikan warga kepadanya, di mana seorang pasien mengeluhkan sensasi panas di kepala dan nyeri yang tidak biasa. Namun, pihak puskesmas disebut hanya menyatakan tidak ada masalah berarti dan memberikan obat tanpa pemeriksaan lanjutan.

“Dia bilang kalau malam kepalanya itu mudah kebakar gitu katanya. Tapi di puskesmas katanya enggak apa-apa. Padahal dia merasakan rambut kena kepalanya saja sakit,” ungkap Hamala pada Selasa (17/6/2025).

Turun dari Ruang Rapat, Komisi IV DPRD Kaltim Cek Langsung Wajah Pendidikan di Paser

Ia menyayangkan penanganan keluhan pasien yang hanya ditanggapi dengan pemberian obat tanpa proses pemeriksaan menyeluruh dan diagnosis akurat. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketepatan pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis.

“Ini harus betul-betul diagnosisnya bagaimana, pemeriksaannya bagaimana. Orang merasakan sakit kok katanya enggak apa-apa, kasih obat saja,” tegasnya.

Gratispol Tak Sekadar Bagi Seragam, Tapi Ikut Meringankan Nafas Orang Tua

Hamala menjelaskan bahwa ketelitian dalam diagnosis bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan medis. Jika masyarakat merasa tidak ditangani dengan serius, kepercayaan tersebut akan luntur.

“Saya minta agar tenaga medis di puskesmas maupun rumah sakit lebih berhati-hati dan responsif terhadap keluhan pasien, serta memperhatikan keluhan individu pasien dengan cermat,” tutupnya.(*lov/adv)

Gratispol Diminta Lebih Terarah, Syahariah: Dahulukan SMA-SMK dan Warga yang Betul-Betul Perlu