Berita Terbaru DPRD PPU
Beranda / DPRD PPU / DPRD PPU Dorong Rumuskan Program Pendidikan Khusus Terkait 1.401 Anak Putus Sekolah

DPRD PPU Dorong Rumuskan Program Pendidikan Khusus Terkait 1.401 Anak Putus Sekolah

READIN.ID – PENAJAM – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menyoroti serius tingginya angka anak putus sekolah di wilayahnya. Berdasarkan data Pusdatin Pusat Data dan Teknologi Informasi yang dirilis November 2025, jumlah anak yang putus sekolah (termasuk siswa dan mahasiswa) di PPU mencapai 1.401 orang.

Angka ini dinilai memengaruhi capaian rapor pendidikan daerah dan menandakan adanya masalah mendasar yang harus segera diintervensi oleh Pemerintah Daerah.

Menanggapi hal itu, Andi Yusuf menyampaikan DPRD PPU mendorong penuh agar pemerintah daerah merumuskan kebijakan khusus dan terarah untuk menekan angka putus sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di PPU.

Kadin Kaltim Dorong UMKM Tembus Pasar Malaysia, Siapkan “Trade Revolution”

“Kami untuk peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan, saya selaku Wakil Ketua DPRD sangat mendorong sepenuhnya bagaimana supaya SDM di Kabupaten PPU ini mumpuni dan bisa bersaing dengan daerah lain,” ujar Andi Yusuf pada Rabu (26/11/2025).

Andi mengapresiasi bahwa PPU sudah berhasil mengatasi persoalan buta aksara. Namun, ia menekankan perhatian pemerintah kini harus sepenuhnya difokuskan pada anak-anak yang putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan program dan jalur pendidikan khusus, termasuk melalui pendidikan nonformal atau program setara lainnya, agar anak-anak yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi diri.

ESI PPU Kirim 24 Atlet untuk BK Porprov Kaltim 2025, Targetkan Lolos ke Paser

“Apakah melalui daripada Paket C atau sebagainya supaya dia betul-betul percaya diri apabila ada lowongan pekerjaan, dia juga memenuhi persyaratan untuk diterima menjadi tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten PPU,” katanya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah segera merumuskan intervensi komprehensif, mulai dari pendataan, pendampingan, penyediaan fasilitas belajar alternatif, hingga peningkatan keterampilan.

“Tujuannya agar generasi muda PPU lebih siap bersaing, terutama dengan posisi PPU sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” tutupnya.(adv/ziq)

Dana Desa dan ADD PPU Termasuk Tertinggi, Mudyat Noor Tekankan Transparansi dan Kinerja Desa