DPRD PPU Usulkan Pembangunan Tanggul dan Pelebaran Pantai Tanjung Jumlai

oleh -790 Dilihat
oleh

READIN.ID – PENAJAM – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin, mengungkapkan keprihatinan serius mengenai kondisi Pantai Tanjung Jumlai yang terus mengalami abrasi ekstrem. Abrasi tersebut dilaporkan telah menggerus garis pantai hingga puluhan meter dalam beberapa tahun terakhir.

Jamaluddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kawasan Tanjung Jumlai, menyebut abrasi telah merusak bagian daratan, bahkan di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

“Kalau depan rumah saya 27 meter itu asli tanah kami yang sudah tergerus. Dulunya itu pantai. Jadi dari 27 meter itu pantai, sekarang 27 meter hilang jadi laut karena abrasi,” ungkap Jamaluddin.

Melihat kondisi yang mengkhawatirkan ini, dirinya telah mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi langsung dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas PUPR Provinsi Kaltim, Bapelitbangda, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga meminta izin kepada Bupati PPU.

Ia menegaskan, langkah yang diusulkan adalah penanggulangan abrasi* yang bertujuan ganda, yaitu melindungi aset yang tersisa dan sekaligus memperlebar kawasan pantai agar kembali dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik wisata.

“Saya izin ke Bapak Bupati dan Wakil Bupati, bahwa ke depan kami mengusulkan pelebaran. Jadi bukan reklamasi, tetapi penanggul abrasi,” katanya.

Konsep yang ditawarkan adalah pembangunan tanggul tambahan di bagian depan garis pantai yang ada saat ini. Tanggul tersebut kemudian akan diuruk dengan tanah, lalu dilapisi pasir untuk membentuk area pantai baru yang lebih luas.

“Dipasang tanggul di depan, ditimbun tanah uruk, baru diisi pasir jadilah pantai. Nantinya 25 meter ini hanya jadi kawasan orang bersantai. Tinggal kita tata, Pemerintah mau seperti Bali atau seperti apa, silakan,” tutupnya.

Dengan adanya usulan ini. Sebagai salah satu destinasi wisata paling ramai di PPU, jika abrasi tidak segera diatasi, Pantai Tanjung Jumlai dikhawatirkan akan terus menyusut dan kehilangan daya tarik utamanya. Ia berharap instansi terkait segera menindaklanjuti usulan ini demi menjaga keberlanjutan kawasan wisata tersebut.(adv/ziq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *