PPU Fokuskan Program MBG Pusat, Anggaran Daerah Bisa Dimanfaatkan Program Lain

oleh -805 Dilihat
oleh

READIN.ID – PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis dengan memusatkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui skema nasional.

Keputusan ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan lebih tepat sasaran sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran daerah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, mengatakan program MBG mandiri yang sebelumnya dijalankan di tingkat kabupaten memiliki risiko tumpang tindih dengan program MBG dari pusat.

“MBG mandiri kita tiadakan karena berisiko tumpang tindih, jadi hanya dari pusat saja,” ujar Andi, Rabu (17/11/2025).

Menurut Andi, pengalaman di beberapa sekolah, seperti di Kecamatan Sepaku, menunjukkan kendala praktis yang muncul ketika distribusi MBG mandiri berlangsung bersamaan dengan kegiatan lain di sekolah.

“Pada saat sekolah libur, kami lupa menginformasikan ke koordinator regional kalau pihak sekolah ada rapat KKG, jadi seribu MBG tersebut tidak terdistribusi dan akhirnya dialihkan ke sekolah lain,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memperhatikan catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait risiko pengelolaan MBG mandiri.

“Sudah disarankan oleh BPK dan BPKP, itu sangat berisiko. Bayangkan jika BPK menyuruh mengembalikan semua pada hari itu, tentu akan merepotkan,” tambahnya.

Langkah ini dinilai juga membuka peluang untuk mengalokasikan anggaran daerah ke program lain yang bermanfaat bagi masyarakat, tanpa mengurangi pelayanan kepada siswa.

“Artinya bisa dimanfaatkan ke program lain, apalagi sudah ada program MBG dari pusat,” kata Andi.

Beberapa kepala sekolah menyambut keputusan ini dengan positif, karena distribusi MBG yang terpusat membuat pengelolaan lebih jelas dan mencegah kekurangan maupun kelebihan stok di sekolah masing-masing.

Guru-guru juga merasa lebih leluasa untuk fokus pada kegiatan belajar-mengajar tanpa harus khawatir soal administrasi MBG.

Dengan strategi ini, pemerintah daerah berharap program MBG tetap berjalan lancar, tepat sasaran, dan manfaatnya bisa dirasakan maksimal oleh para siswa di seluruh kabupaten. (adv/ayu/ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *