READIN.ID – PENAJAM — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar aksi serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).
Kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan di 11 puskesmas se-Kabupaten PPU dan dipusatkan di SMPN 13 Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru, Jumat (14/11/2025).
Kepala Dinas Kesehatan PPU, Grace, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengendalian penyakit berbasis lingkungan, khususnya malaria dan demam berdarah dengue (DBD).
“Pengendalian penyakit berbasis lingkungan menjadi fokus kami, karena hal ini terkait langsung dengan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Grace menjelaskan, perkembangan penanganan malaria dan DBD di PPU menunjukkan hasil signifikan dalam dua tahun terakhir.
Pada 2023, tercatat 1.315 kasus malaria dengan Annual Parasite Incidence (API) di atas 5 persen. Pada 2024, angka tersebut turun menjadi 2,1 persen, dan hingga Oktober 2025 kembali menurun menjadi 0,8 persen.
“Ini kemajuan besar bagi PPU,” tuturnya.
Penurunan API hingga di bawah 1 persen membuka peluang bagi PPU untuk memulai tahap eliminasi malaria pada 2026, dengan target mencapai status eliminasi pada 2027 — lebih cepat tiga tahun dari target nasional 2030.
Untuk mewujudkan target tersebut, Grace menekankan pentingnya peran serta seluruh stakeholder dan masyarakat. Menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan.
“Kita harus bergandengan tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, sehingga PPU bisa menjadi daerah yang lebih sehat dan sejahtera,” tutupnya. (adv/nm/ara)






