READIN.ID – PENAJAM – Perpustakaan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tampil lebih modern dan nyaman. Setelah rampung menjalani renovasi interior sekitar sebulan lalu, fasilitas publik ini siap menerima kembali kunjungan masyarakat dengan tampilan baru yang lebih menarik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) PPU, Muhammad Yusuf Basra, mengatakan penataan interior meliputi ruang baca umum, ruang anak, dan ruang kepala dinas. Pembenahan dilakukan untuk mengubah kesan lama perpustakaan yang sebelumnya dianggap monoton dan menyerupai gudang buku.
“Pemasangan interior dilakukan di ruang baca umum, ruang anak, dan ruang kepala dinas. Dulu ruang bacanya seperti gudang buku saja. Sekarang kita ubah supaya pengunjung betah dan tertarik datang,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Renovasi Bertahap Sesuai Kemampuan Anggaran
Renovasi interior ini telah menjadi rencana lama yang baru terealisasi pada Agustus hingga pertengahan September 2025. Pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Perpustakaan ini baru tahap awal pemasangan interior. Belum seluruh kantor, tapi sudah sebagian besar difokuskan untuk ruang baca,” jelas Yusuf.
Ia menambahkan, kelanjutan renovasi akan sangat bergantung pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mengingat masih banyak kebutuhan prioritas lain di wilayah PPU.
“Keseluruhannya tergantung APBD. Kalau diusulkan lagi dan disetujui, akan kami lanjutkan. Tapi kami juga memahami kondisi pengurangan transfer ke daerah, jadi tidak bisa memaksakan penyelesaian cepat,” terangnya.
Dorong Literasi dan Jadikan Perpustakaan Ruang Publik Favorit
Dengan wajah baru yang lebih segar dan tertata, Dispusip PPU berharap perpustakaan daerah dapat menjadi pusat literasi sekaligus ruang publik yang diminati masyarakat.
“Harapan kami, dengan suasana yang lebih nyaman dan menarik, masyarakat makin termotivasi datang membaca. Ini bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan kualitas literasi di Penajam Paser Utara,” pungkasnya.
Perpustakaan PPU kini membuka ruang bagi berbagai kalangan untuk berkunjung, menikmati fasilitas baru, dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat literat. (*lov/ara)






